Bulan Ramadhan di Istanbul



Di awal-awal perjalanan kami, tepatnya di tahun 2009, beruntung sekali kami berada di Istanbul, Turki, di bulan Ramadhan. Seru!
Tentunya sudah pernah dengar Masjid Sultan Ahmed yang berada di Istanbul? Atau mungkin tahu dengan nama tenarnya, “Blue Mosque”, nama yang merujuk pada ubin biru yang melapisi dinding-dindingnya. Masjid Sultan Ahmed dengan arsitektur bergaya Ottoman (Utsmaniyah) klasiknya dibangun di awal abad ke-17 pada masa pemerintahan Sultan Ahmed I, tepat di seberang Hagia Sophia, terpisahkan oleh pelataran dan taman. Bangunan megah nan indah ini adalah salah satu landmark terpenting di Istanbul, hingga kini dipergunakan sebagai masjid, namun juga dibuka untuk para turis di saat tidak digunakan untuk acara keagamaan.


Nah, di sepanjang bulan Ramadhan itu, Sultan Ahmed Square yang terletak di sebelah masjid, atau dikenal juga dengan nama Hippodrome Konstatinopel, berubah menjadi lautan pasar malam etnis yang super seru! Mulai buka di sore hari, menargetkan mereka yang hendak berbuka puasa, hingga tengah malam pun masih ramai. Dari warga lokal, turis domestik, hingga turis mancanegara, yang kebanyakan berasal dari negara tetangga. Warung-warung dan kedai-kedai menyajikan berbagai jenis makanan tradisional. Dari gulali beraneka warna yang bisa dicampur-campur saat masih panas membentuk customized lollypop, hingga makanan berat seperti beraneka jenis kebab!
Para pedagang berjualan berbagai macam barang. Suvenir dan pernak-pernik etnis, bahkan mainan anak-anak pun marak. Warung-warung shisha aneka rasa dan aroma terdapat di sana sini untuk berkumpul dengan teman dan kerabat dan bersantai bersama. Di mana-mana, musik khas Turki melantun. Di sana-sini ada pertunjukan tari, termasuk Whirling Dervish di mana para pria mengenakan baju panjang berwarna putih dan menari berputar-putar dengan kecepatan sangat tinggi mengikuti irama lagu yang menghanyutkan. by duaransel.com

Komentar